Exploring synergy of healing treatments, Indonesian Herbal with Pranic and Electro acupressure. Effective, natural and safe (Menggali sinergi terapi Herbal dengan Prana dan Elektro Akupresur. Efektif, alamiah dan aman)
22 August, 2016
21 August, 2016
07 June, 2015
Kilas balik pengobatan RP (Retinitis Pigmentosa) selama tahun 2014
Mengamati dan meninjau kembali perkembangan pengobatan Retinitis Pigmentosa di klinik kami selama tahun 2014, agar bisa memberikan solusi yang lebih baik di tahun 2015 ini, kami dapatkan sebagai berikut :
- Keluhan para penderita RP (Retinitis Pigmentosa) belum tentu sama satu dengan yang lainnya. Ada yang pandangan samping makin menyempit, namun pandangan depan masih baik, dan ada yang pandangan samping serta pandangan depannya terganggu, tetapi ada pula yang hanya pandangan depannya saja yang bermasalah.
- Karakter dari para penderita RP juga tidak sama. Pengamatan kami pada puluhan orang penderita RP, kebanyakan mereka mempunyai masalah pada sirkulasi jantung, ginjal, pencernaan, dan hati. Tanpa memperbaiki masalah-masalah tersebut maka tidak akan ada kemajuan yang berarti untuk perbaikan penglihatan mata.
- Perbaikan-perbaikan pada metoda pengobatan yang selalu dilakukan selama tahun 2014, memberikan prospek yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya bagi penderita RP.
Salah satu contoh pengalaman pengobatan RP yang kami lakukan kepada bapak AC, 52 tahun, domisili Jakarta. Keluhan RP (sesuai diagnosa dari Rumah Sakit Mata), pandangan mata kabur, pandangan hanya berjarak 5 meter, tidak bisa nonton televisi, tidak bisa membedakan uang kertas 100,000 rupiah dengan uang kertas 10,000 rupiah, tidak bisa melihat jarum jam tangan yang dipakainya. Menempuh pengobatan sejak 12 Agustus 2014 s/d 3 September 2014 , mendapatkan 50x terapi, dengan “nanocurrent pen”. Menurut bapak AC , penglihatannya sudah terbantu 70 %, jarak pandangnya bertambah sejauh 20 meter, sudah bisa menonton televisi , sudah bisa membedakan uang kertas rupiah, dan sudah bisa melihat jarum jam tangan, dan yang penting lagi adalah beliau terlepas dari rasa stress berkepanjangan dari ancaman kebutaan. Pada Sabtu sore,22 Nopember 2014, saya coba kontak bapak AC untuk mengetahui status yang berkenaan dengan hasil pengobatan matanya apakah ada kemunduran atau tidak, bapak AC memberikan konfirmasi bahwa penglihatan matanya tidak mengalami kemunduran, dan beliau merencanakan akan melanjutkan terapi tambahan lagi bila kondisi waktunya sudah memungkinkan.
-
Dengan berkembangnya pengamatan dan perbaikan-perbaikan metoda pengobatan RP yang kami lakukan selama 3 tahun terakhir ini, serta didukung dengan metoda pengobatan yang holistik, akan memberikan solusi yang menjanjikan bagi penderita RP, Insya Allah.
Dengan berkembangnya pengamatan dan perbaikan-perbaikan metoda pengobatan RP yang kami lakukan selama 3 tahun terakhir ini, serta didukung dengan metoda pengobatan yang holistik, akan memberikan solusi yang menjanjikan bagi penderita RP, Insya Allah.
Jantung koroner, nyeri dada kiri menguap setelah 3x terapi

Status pasien N, laki, 51 thn, Jakarta, menderita jantung koroner pada beberapa titik di 3 saluran (arteri), 1 titik menyumbat 100%, 2 titik menyumbat 90%, 1 titik 80%, dan 2 titik 70% (berdasarkan hasil foto koroner angiogram, lihat gambar). Dokter menyarankan harus segera dilakukan tindakan bypass.
Telah dicoba dengan terapi EECP (Enchanced External Counterpulsion) sebanyak 36x (1 bulan) namun kemajuannya hanya 4 %. Kondisi fisik belum dirasakan berubah, cepat lelah, bila berjalan tidak bisa jauh/lama, terasa lelah dan nyeri di dada sebelah kiri.
Sabtu 5 April 2014, jam 09.11 yang bersangkutan saya periksa secara kualitatif dengan quantum magnetic resonance analyzer, Coronary Artery Elasticity- nya memang rendah, artinya terjadi penyumbatan serius di arteri koroner . Untuk menanggulangi kasus jantung koroner tersebut direncanakan 3x terapi, dengan jeda waktu 2 jam untuk setiap kali terapi. Terapi pertama dilakukan totok setrum elektrostatik dengan jari pada seluruh jalur organ (jari kaki dan tangan), selanjutnya didaerah dada untuk sirkulasi jantung. Terapi selesai dalam 15 menit. Selanjutnya diberikan asupan herbal pembakar lemak dan sirkulasi jantung. Dua jam kemudian, kembali dilakukan terapi yang sama seperti diatas, yaitu terapi yang kedua. Setelah terapi kedua selesai, pasien diminta untuk melakukan aktifitas jalan kaki untuk mengetahui kondisi fisik yang bersangkutan.
Sebelum melakukan terapi yang ketiga, pasien memberikan laporan bahwa setelah jalan kaki selama 7 menit, masih terasa letih dan dada kiri terasa nyeri. Oleh karena itu pada terapi ketiga dimulai terapi kombinasi dengan menggunakan alat “nanocurrent pen” untuk titik ginjal di tapak kaki, dan beberapa titik diarea dada/jantung. Terapi ketiga selesai dalam waktu 12 menit, dan pasien saya anjurkan untuk mencoba naik-turun tangga (3 lantai) untuk mengetahui pengaruh hasil terapi terhadap fisik. Setelah dicoba oleh pasien untuk naik-turun tangga, tidak terasa letih dan tidak terasa lagi nyeri di dada kiri, hanya jantung berdebar-debar. Alhamdulillah, ada perbaikan pada arteri koroner karena rasa nyeri di dada kiri sudah tidak dirasakan.
Minggu 6 April 2014, jam 09.54 yang bersangkutan saya periksa kembali secara kualitatif dengan quantum magnetic resonance analyzer, Coronary Artery Elasticity- nya ada kemajuan 15 poin, dan Stroke Volume membaik (dari warna kuning, berubah jadi biru). Kemudian mulai diterapi kembali dengan rencana terapi 3x sehari. Terapi dilakukan dengan totok setrum dengan jari, dan dikombinasi menggunakan “nanocurrent pen”. Terapi tahap pertama selesai 15 menit. Setelah 2 jam, terapi kedua dilakukan dengan cara yang sama. Demikian pula terapi ketiga. Setelah terapi ketiga sang pasien mencoba naik-turun tangga (3 lantai) 3x bolak-balik, tanpa terasa letih ataupun nyeri di dada kiri, hanya jantung berdebar lebih kencang, artinya secara fisik ada perbaikan yang berarti, karena rasa nyeri di dada kiri tidak muncul. Kami amati kondisi yang bersangkutan sampai hari ini (Rabu, 9 April 2014), sang pasien tidak merasakan lagi keluhan nyeri di dada kiri, ataupun dada berdebar-debar, ataupun rasa cepat letih seperti sebelumnya.
Namun demikian progress diatas masih perlu perawatan lanjut, untuk beberapa kali terapi lagi, sampai dengan kondisi kasus jantung koroner tersebut benar-benar sudah aman alias sudah tidak beresiko lagi bagi yang bersangkutan.
Kesimpulan :Namun demikian progress diatas masih perlu perawatan lanjut, untuk beberapa kali terapi lagi, sampai dengan kondisi kasus jantung koroner tersebut benar-benar sudah aman alias sudah tidak beresiko lagi bagi yang bersangkutan.
SELAC (Sinusoidal Electro Acupressure) dengan “Nanocurrent Pen” yang kami kembangkan sendiri memberikan prospek yang sangat berarti untuk solusi penderita jantung koroner, hanya dalam waktu relatif cepat, singkat, rasa nyeri di dada kiri bisa diatasi (hanya dalam sehari). Walaupun masih perlu konfirmasi pemeriksaan foto koroner angiogram untuk mengetahui sampai seberapa jauh kondisi koroner pasien bisa terbantu, namun prestasi terapi ini sangat menjanjikan bagi penderita jantung koroner, sebelum memutuskan untuk pasang ring atau bypass. Sangat efektif, cepat, murah, alamiah, dan aman. Insya Allah.
Kontak: Ir.Ansuska Gumanti, 022-7101921,0812 2024 270,0818 43 7557
Praktek : Bandung (Jl. Muararajeun Kulon no.22) dan Jakarta (Jl. Keselamatan I no.15, Saharjo, Tebet, Jaksel)
Bandung : Senin-Kamis (09.00 -18.00), Jum'at (08.00 - 11.00)
Jakarta : Sabtu (08.00 - 18.00), Minggu (08.00 - 16.00)


Praktek : Bandung (Jl. Muararajeun Kulon no.22) dan Jakarta (Jl. Keselamatan I no.15, Saharjo, Tebet, Jaksel)
Bandung : Senin-Kamis (09.00 -18.00), Jum'at (08.00 - 11.00)
Jakarta : Sabtu (08.00 - 18.00), Minggu (08.00 - 16.00)


14 June, 2013
Pengobatan Gangguan Mata, Retinitis Pigmentosa
Berdasarkan
pengamatan TERAPI RP di klinik kami terhadap 31 orang penderita RP
(sampai dengan akhir Mei 2013). Usia 6,5 tahun sampai dengan 59 tahun (11
wanita, 20 Pria). Sebagian besar mengalami riwayat benturan di kepala. Hanya 2
orang pasien RP wanita (bersaudara), dan 1 orang pasien RP pria yang mempunyai
tendensi genetika. Kebanyakan para penderita RP yang datang berobat, sebelumnya
sudah berupaya kesana-kemari berobat (beberapa orang sudah pernah
berobat ke Singapura dan Cina), hasil tidak memadai, bahkan penyakit berkembang
terus makin serius, sehingga mengakibatkan semangat juang untuk berobatpun sebenarnya
sudah menurun, apalagi di dunia kedokteran mata modern masih belum ada obatnya.
Asumsi saya sebagai penyebab kasus RP tersebut, karena terjadinya penyumbatan pada jalur
(arteri, getah bening) asupan gizi (mineral,oksigen) ke sel mata, baik sel
batang (rod cell) maupun sel kerucut (cone cell). Oleh karena itu secara
bertahap sel mata tersebut akan rusak dan tidak berfungsi lagi sehingga
mengakibatkan buta penglihatan. Dengan terjadinya penyumbatan tersebut, maka
asupan obat-obatan tidak ada yang efektif untuk membantu pemulihan RP, walaupun
dengan asupan vitamin A berdaya tinggi sekalipun. Oleh karena itu, salah satu langkah
rasional yang ditempuh adalah membuka sumbatan-sumbatan tersebut, yaitu dengan
terapi SELAC (Sinusoidal Electro Acupressure), elektro akupresur atau totok setrum (elektrostatik), kemudian kami
kombinasi dengan obat tetes mata (dari tanaman obat ki tolod, yang dibuat
sendiri) hasilnya jelas, efektif, alamiah dan aman.
Manfaat
pengobatanpun bervariasi, ada yang cepat dan ada yang lambat, tergantung kepada
kondisi RP yang bersangkutan (Stadium
dini, menengah, atau akhir) dan intensifnya
para penderita RP menjalani terapi. Semakin intensif atau sering menjalani
terapi akan semakin banyak prospek yang akan didapat untuk perbaikan RP, karena
jalur-jalur yang menyumbatpun secara bertahap akan terbuka sedikit demi sedikit
, hingga lancar kembali.
Harapan
pemulihan RP, untuk stadium dini (pandangan malam sudah mulai terganggu namun masih bisa mengendarai motor/mobil
pada siang hari) dan menengah (adaptasi perubahan dari terang-gelap lambat,
luas pandang makin menyempit, berjalan suka menabrak) bisa mencapai 50-80 % ,
namun untuk stadium akhir (berjalan sudah harus dituntun, karena penglihatan
sudah hampir hilang) prospek pemulihan sudah susah alias terlambat untuk
dilakukan pengobatan (sudah dicoba terhadap 4 orang pasien yang masing2
menjalani 10x terapi,namun belum kelihatan perbaikan yang berarti). Disamping
itu pengobatan RP ini memang butuh waktu yang cukup lama, oleh karena itu
dibutuhkan kesiapan semangat dan mental serta kesabaran yang memadai untuk
tidak bosan menjalani terapi.
Agar kemajuan pengobatan RP ini terpantau jelas, maka sejak awal Januari 2013 kami gunakan Quantum Resonance Magnetic Analyzer sebagai alat bantu diagnosa kualitatif, sehingga kondisi awal mata sebelum diterapi bisa diketahui posisinya, dan kemudian setelah beberapa kali dilakukan terapi mata, perkembangan dan kemajuannyapun dapat diketahui pula untuk dibandingkan, jadi semua akan jelas apakah pengobatan yang dilakukan tersebut efektif atau tidak.
Agar kemajuan pengobatan RP ini terpantau jelas, maka sejak awal Januari 2013 kami gunakan Quantum Resonance Magnetic Analyzer sebagai alat bantu diagnosa kualitatif, sehingga kondisi awal mata sebelum diterapi bisa diketahui posisinya, dan kemudian setelah beberapa kali dilakukan terapi mata, perkembangan dan kemajuannyapun dapat diketahui pula untuk dibandingkan, jadi semua akan jelas apakah pengobatan yang dilakukan tersebut efektif atau tidak.
Contoh pada
gambar adalah data penderita RP stadium akhir, yang hanya bisa melihat cahaya
lampu saja, dan berjalan sudah harus
dituntun (hampir buta total). Perhatikan parameter abnormalnya (moderately
abnormal : Collagen eye wrinkle, Dark circles, Lymphatic obstruction, Eye cell
activity) untuk beberapa orang penderita RP stadium akhir parameternya hampir
sama demikian.
Mulai Juni
2013 ini, kami mencoba menambah beberapa titik terapi untuk pemulihan RP,
dengan harapan efektifitas terapi akan lebih baik dibandingkan hasil terapi sebelumnya.
Kesimpulan :
- Apa bila seseorang telah di diagnosa menderita RP oleh kedokteran mata, kami sarankan yang bersangkutan lebih baik segera disolusi dengan terapi SELAC, agar kondisi RP tidak menjadi lebih parah, karena bila lebih parah akan lebih susah memperbaikinya.
- RP dengan stadium awal dan menengah mempunyai prospek perbaikan yang memadai bila di solusi dengan terapi SELAC, sedangkan untuk stadium akhir sampai saat ini prospeknya hampir tidak berarti.
- Kemajuan perbaikan terapi RP yang kami lakukan dapat diketahui dengan mudah dan cepat, cukup dengan perangkat Quantum Resonance Magnetic Analyzer, yaitu setelah 6x terapi akan kami evaluasi
- Mengamati kenyataan penderita RP yang pernah berobat RP ke luar negeri, maka kami sarankan tidak perlu ke luar negeri, karena hanya akan menghabiskan tenaga, waktu, dan biaya, tanpa hasil yang memadai, jadi untuk RP cukup di Indonesia saja, dengan SELAC, Insya Allah.
- MONEY BACK GUARANTEE. Untuk Gangguan Mata : RP stadium dini dan menengah, Mata minus, Glaukoma, Katarak, dan yang belum buta penglihatan. Bila tidak ada kemajuan setelah seminggu berobat dengan tiap hari diterapi mata, maka semua biaya terapi + obat (bila ada), akan dikembalikan.
- Alamat Terapi .
Bandung :
Jl. Muararajeun Kulon no.22, telp. 022 – 710 1921 (Senin – Kamis, 09.00-18.00, Jum’at 08.00-11.00)
Jakarta :
Jl. Keselamatan I no.15, Saharjo, Tebet (Sabtu 08.00 – 18.00. Minggu 08.00 –14.00)
- Kontak : Ir. Ansuska Gumanti, 0812 2024 270, 0818 43 7557, 022-707 22466, selac@ansuska.com
26 March, 2013
ELEKTRO AKUPRESUR/TOTOK SETRUM......dan RAMUAN INDONESIA
Sinusoidal Electro Acupressure (SELAC), Elektro Akupresur atau Totok Setrum, memanfaatkan Energi Elektrostatik pada titik-titik di meridian akupunktur, kemudian disinergikan dengan asupan Ramuan Indonesia (Jamu/Herbal) agar menghasilkan pengobatan yang optimal, efektif, alamiah dan aman (Electrical Medicine + Botanical Medicine). Terapi dilakukan dengan metoda yang holistik, dan mengobati Penyakit Kronis sebagai berikut:
Alzheimer, Autis, Anemia, Autoimun, Cegukan, Demam, Diabetes, Edema, Empedu, Epilepsi, Flu, Ketergantungan obat, Haid (nyeri, tidak teratur), Hipertensi, Hipotensi, Ginjal (Sakit pinggang, Nepritis, Berbatu, Gagal ginjal), Gondok, Hati (Fatty lever, Hepatitis, Sirosis), Hernia, Hidung (Rinitis, Sinusitis), Impoten, Insomnia, Jantung (Koroner, klep jantung), Kandung kemih (susah kencing, sering kencing, infeksi, Prostat bengkak), Kegemukan, Kepala (Migren, Vertigo), Kram, Lutut (sakit/nyeri), Lumpuh, Mandul, Mata (Katarak, Glaukoma, Retinitis Pigmentosa, dll), Mimisan, Paru (Batuk, Asma, Bronchitis, Pulmonary Edema, TBC, dll), Pencernaan (Radang Lambung, Radang Usus, Sakit perut, Sembelit, Diare, Mual Muntah, Asites, Usus buntu, dll), Rahim (Endometriosis, Kista Indung telur, Keputihan, dll), Stroke, Syaraf (Terjepit, Lumpuh wajah, Parkinson, dll), Telinga ( Tinitus, ketulian), Tulang-Sendi-Otot (Fibromialgia, Gout, Arthritis, Osteoarthritis , Osteoporosis, dll), Tumor/ Kanker/ Kista /Miom.
Praktek di Bandung dan Jakarta
Praktek di Bandung dan Jakarta
Mengapa terapi harus menggunakan Arus Bolak-Balik?
SELAC (Sinusoidal Electro Acupressure), Elektro Akupresur atau Totok Setrum Elektro Statik, menggunakan arus bolak-balik elektro statik melalui tubuh terapis, dengan pertimbangan sebagai berikut :
1. Hasil penelitian para pakar membuktikan bahwa arus listrik bolak-balik (AC) mempercepat penyembuhan luka, membersihkan pathogen (bakteri penyakit) dan virus (arus DC hanya bisa membunuh bakteri), lihat diwww.pranaherbal.blogspot.com “ Arus listrik mempercepat penyembuhan luka, membersihkan pathogen dan virus” (17 Sept.2009).
2. Para peneliti Ahli Ortopedi di Amerika, menemukan bahwa pengobatan menggunakan listrik menghasilkan pertumbuhan tulang padat alias kerapatan tulang bisa bertambah, sehingga tulang retak ataupun patah memungkinkan pulih,. Lihat di www.pranaherbal.blogspot.com “Electrical Medicine : is that to be Future medicine?” (14 Sept.2009).
3. Hasil penelitian kami, dengan terapi SELAC (aplikasi terapi arus bolak-balik), gula darah dan asam urat tinggi, turun setelah satu kali terapi.
Subscribe to:
Posts (Atom)








