SOLUSI SEHAT DENGAN SELAC - HOLISTIK - EFEKTIF - ALAMIAH - AMAN
Showing posts with label catatan terapi. Show all posts
Showing posts with label catatan terapi. Show all posts

17 October, 2007

KANKER PAYUDARA STADIUM 4, dan KANKER LAINNYA

Ramuan tradisonal dari tumbuh-tumbuhan, jamu atau herbal sudah dikenal dan digunakan sejak ribuan tahun di China, India, maupun di Indonesia, dengan data empiris yang positip, efektif dan aman. Reaksi kimia dari bahan-bahan campuran yang digunakan akan menghasilkan hasil akhir reaksi, yang tidak terlepas dari reaksi yang positip maupun yang antagonis, namun bahan-bahan tersebut adalah kimia organik, yang gampang beradaptasi pada tubuh manusia. Dengan latar belakang tersebut, serta pertimbangan hukum kekekalan energi, maka pada awal September 2007 yang lalu saya mulai merekayasa jamu / herbal, terdiri dari campuran beberapa macam tumbuhan obat, dan dengan konsentrasi tinggi yang memadai untuk pengobatan, sesuai dengan pengalaman pada kasus-kasus penyakit kronis yang sudah pernah ditangani baik itu kanker, hipertensi, diabetes, ginjal, maag, rematik, pencernaan, kolesterol, dll. Sarinya (ekstrak) diambil dan dikemas dalam kapsul.
Alhamdulillah, ibu EK yang menderita kanker payudara stadium 4, yang selama ini tekun dan yakin dalam mengkonsumsi herbal, setelah melakukan pemeriksaan medis (28 September 2007) pada dokter onkologi/ahli kanker, diketahui berdasarkan pemeriksaan USG : lever, paru-paru dan ginjal bersih dari penyebaran kanker. Dari pemeriksaan darah hb-nya 13 (normal) dan penanda tumor (CEA) 12 , menurut dokter ahli kanker tersebut seharusnya normalnya 3 . Artinya stadium kanker payudara tersebut telah turun menjadi stadium 2, dan masuk ke fase pemulihan. Subhanallah.
Penderita lain kanker stadium 4, yang sedang ditangani saat ini ada 3 orang penderita, dengan kasus awal kanker usus yang telah menjalani operasi (usus telah dipotong +/- 20 cm) kemudian metastasis (menyebar) ke lever. Semua mengalami ascites/perut buncit seperti hamil 7-9 bulan. 2 orang penderita di Bandung dan 1 orang di Surabaya (pria, usia 33 th, ) dengan SGOT 92, SGPT 52, GammaGT 444, Penanda tumor (CEA) 141,9. Untuk penderita di Surabaya ini hampir tiap hari di bantu dengan terapi jarak jauh di samping minum herbal anti kanker. Semoga diberikan kepulihan oleh Allah SWT, amin.

19 June, 2007

Kanker Payudara stadium 4


Hari Minggu pagi, 17 Juni 2007, Ibu EK 49 th, kirim sms dari Lhokseumawe, Aceh. Minta disediakan herbal yang akan dibawa oleh suami beliau yang akan berangkat dari Bandung ke Lhokseumawe besok Senin, 18 Juni 2007.
Ibu EK adalah penderita kanker payudara yang sudah menjalar ketangan kiri (tangan kiri bengkak, dari bagian atas ke bawah, dan keras), beberapa benjolan ada di bagian ketiak, dan sering terasa sakit. Melihat kondisi penderita secara visual maka yang bersangkutan masuk kategori kanker stadium 4, biasanya dengan cara medis kondisi ini sudah “hopeless”. Selama 6 bulan sebelumnya sudah pernah saya coba bantu dengan herbal dan terapi perana, perbaikanpun lumayan. Tangan yang keras sudah mulai lembut, dan tangan kiri sudah bisa diangkat keatas , sebelumnya tidak bisa dan rasa sakitpun hanya kadang-kadang saja. Penderita yang menghadapi cobaan penyakit ini butuh kesabaran yang tinggi karena proses pemulihannya butuh waktu yang cukup lama, dan yang bersangkutan harus punya semangat untuk pulih, pola makanpun harus dijaga, tubuhpun harus dibawa bergerak agar sirkulasi darah lancar, dan juga perlu ketenangan psikologis.
Kemudian sekian lama tidak ada kabar (+/- 3 bulan). Begitu saya terima dan baca sms di HP, kondisi kesehatan ibu EK sudah menurun sekali, jari-jari tanganpun sudah tidak bisa bergerak, frekuensi sakit sudah makin sering, duduk lama tidak tahan, jalan agak lamapun tidak kuat, namun nafsu makan masih ada, tidurpun masih lumayan, kata beliau.
Begitu bertemu dengan suami beliau, saya dapat informasi bahwa akhir-akhir ini diupayakan pengobatannya dengan Sinshe, yaitu dengan rebusan ramuan-ramuan tradisional Cina.
Untuk kasus yang saya anggap sudah semakin susah ini, saya coba berikan asupan herbal sebagai berikut (semua ekstrak/sari herbal dosis tunggal) : Bidara upas, Daun dewa, Mahkota dewa, Rumput mutiara, Keladi tikus, Sambiloto, Ganoderma dan Grifola frondosa. Dengan pertimbangan akumulasi zat antineoplastik /anti kanker herbal tersebut tinggi, termasuk anti bengkaknya, antibiotiknya, serta memperbaiki sirkulasi darah. Disamping itu parallel diberikan asupan Kelopak bunga Rosela yang diminum 5 gram setiap hari. Rosela ini mengandung vitamin C dan kalsium dengan kadar tinggi, juga sebagai anti oksidan dan terutama membangun daya tahan tubuh. Sedangkan terapi prana dilakukan dari jarak jauh saja sesuai kebutuhan, via SMS atau tilpon, dengan harapan semoga ada perbaikan atas ridho Allah SWT, amin.
Sebenarnya kiat untuk menempuh pengobatan di jalur alternatif/non konvensional sederhana saja, yaitu metodanya paling tidak masih masuk kategori rasional, dan amati dalam waktu satu minggu sudah harus ada perbaikan yang dirasakan oleh penderita yang bersangkutan. Kalau ada perbaikan, berarti metoda yang digunakan secara akumulasi akan memberikan harapan positip untuk pulih, tinggal menjalani proses dengan sabar dan disiplin alias butuh waktu proses yang lamanya relatip, tergantung kondisi kasus, namun kalau dalam waktu seminggu tidak ada perubahan sama sekali berarti metoda tersebut belum tepat. Kenapa saya simpulkan demikian? Sebab yang namanya herbal untuk pengobatan, efektifitasnya tinggi dan aman, karena herbal bahannya organik, gampang beradaptasi dengan tubuh manusia, hanya saja tergantung kepada pemilahan herbal dan dosis yang diberikan. Langkah ini tentu tergantung kepada wawasan dan pengalaman si Pengobat, serta ridho Allah SWT.

03 June, 2007

Kanker Prostat

Bpk Setijono, 71 th, Lembang. Berkunjung hari Rabu, 2 Mei 2007 dengan keluhan pembengkakan prostat, kalau tiba saat terasa ingin buang air kecil sudah tidak bisa ditahan lagi (tergesa-gesa ingin kencing) , mengakibatkan ngompol disituasi kapan saja.
Padahal th 2002, berdasarkan pemeriksaan laboratorium patologi (15-April-2002) disimpulkan terjadi benign prostat hyperplasia (BPH,tidak Nampak tanda-tanda ganas) dan kemudian segera diambil dengan TURP (Trans Urethra Resection of the Prostate).
Setelah sekarang terjadi pembesaran prostat, dengan penanda tumor PSA (antigen spesifik prostat ) 470.50 ng/dl yang bersangkutan mengalami trauma untuk berobat kembali ke dokter padahal kasus ini harus dibantu dengan penanganan yang serius dan tepat, agar masalahnya tidak berkembang dan menjadi pulih, mengingat PSA-nya sudah demikian tinggi.
Didukung dengan hasil periksa lab tgl 30 April 2007 sebagai berikut : Kolesterol total 225* ( < 200 ), Trigliserida 147 (<150 mg/dl), LDL direk 159* mg/dl (<100), Rasio Cholesterol Total 5.23* ( <5 ), Glukosa puasa 199* mg/dl (80-100) Glukosa 2 jam PP 322* mg/dl (80-144), PSA 470.50* ng/ml (≤ 4 ng/ml). Diukur tekanan darah yang bersangkutan, sistolik 152 mmHg, diastolik 68 mmHg, pulsa/menit 66. Kemudian dengan melihat hasil periksa lab diatas, yang bersangkutan jelas menderita diabetes kronis serta kolesterol, dan pembengkakan prostatnya sudah masuk kekategori kanker prostat. Oleh karena itu terapi energi prana dilakukan didaerah uluhati, lever, limpa, pusar (kontak), dan prostat (tanpa kontak), +/- 20 menit. Setelah selesai, Pak Setijono merasakan hangat diseluruh daerah yang diterapi. Kemudian diberikan asupan racikan herbal Daun dewa, Jombang, Rumput mutiara, Cakar ayam, Keladi tikus, Daun ungu, Jinten hitam, Kompri, Tapak dara, Ciplukan, Kumis kucing, Meniran, Tapak liman, Sambiloto, untuk diminum selama 2 minggu dan dalam seminggu dilakukan 2x terapi prana. Setelah seminggu terapi berjalan, Alhamdulillah Pak Setijono merasakan sudah sanggup menahan kondisi tergesa-gesa ingin buang air kecil, sehingga tidak harus keluar begitu saja seperti sebelumnya. Artinya efektifitas terapi berproses pada Pak Setijono, insya allah. Pada 18 Mei 2007, diberikan asupan racikan herbal selanjutnya, S nyawa, K. pepet, Mahkota dewa, Jati belanda, Ciplukan, Rumput mutiara, Bidara upas, K. tikus, Tapak dara, Brotowali, Sambiloto, Sembung. Namun 2 hari kemudian ditambah dengan Tempuyung dan Kumis kucing agar menjaga buang air kecil tetap lancar, serta mempercepat pemulihan. Hari ini Sabtu, 2 Juni 2007, Pak Setijono menjalani terapi prana, namun sebelumnya diberikan radiasi elektromagnetik dengan spectrum jauh infra merah kurang lebih 1 jam (untuk lokasi uluhati, lever, dan cakra sex). Setelah terapi, yang bersangkutan merasa sangat bugar, tidak ada keluhan, namun saya sarankan untuk segera periksa lab lagi, agar progressnya lebih jelas , karena yang diterapi adalah keseluruhan (terapi holistik).

15 May, 2007

Diabetes, Kolesterol, Hipertensi dan Ginjal

Bpk Yono, 43 tahun, Bandung. Bertamu pada hari Minggu , tgl 15 April 2007, jam 11.00, dengan kondisi hasil checkup 11/4/2007,  sebagai berikut :
Hb 11,3 g/dl (rujukan 14,1-18,1),Kreatinin 2,01 mg/dl (rujukan <1,2),glukosa>240 ),Trigliserida 208 mg/dl (optimal <150,highrisk>200),Penglihatan kabur (tidak bisa melihat jam dinding), dan silau apabila kena cahaya matahari.
Tekanan darah sebelum diterapi, kondisinya diatas 180 (dicoba dengan tensimeter yang di set pada 180, masih naik dari batas tersebut). Kemudian dilakukan terapi prana pada bagian depan tubuh: lever dan limpa, diteruskan pada cakra jantung dan solar plexus, solar plexus dan pusar, dilanjutkan pada bagian belakang tubuh, lever, limpa, jantung, solar plexus, pusar dan ginjal, dengan harapan pemampatan energi pada organ bisa dibenahi dan keseimbangan energi bisa tercapai (konsep : penyakit timbul karena terjadi ketidakseimbangan energi). Asupan herbal diberikan dengan racikan ekstrak : P.Mayor, Aza.indica, Phaleria m, Phyll.u, K.angus,Blumea b, Guazuma u, Eleph.s,Tinos.c, Mahagoni, Gyn.p, Catharan. r, Andro.p, Nigella S, diminum 3x, pagi, siang dan malam sebelum makan dengan dosis sekali minum 8 kapsul (4 gram). Setiap minum herbal harus dengan 2 gelas air putih. Namun ditambah dengan asupan Hibiscus sadariffa, diminum tiap hari minimal 5 gram kering. Disertai diet terhadap makanan berlemak, manis-manisan, asin-asinan, serta daging merah.
Terapi prana dilakukan 15 April 2007, 16 April 2007, 17 April 2007 (proses terapi +/- 30 menit). Tgl 19 April 2007 checkup untuk periksa gula darah dengan hasil sebagai berikut :
Glukosa puasa 128 (rujukan 70-110 ; diagnosa DM > 125) Glucose urine : negatip , Glukosa 2 jam PP : 186 (rujukan <140)Glucose urine positip 1 Dari hasil terapi sejak tgl 15 April 2007 s/d 18 April 2007 terjadi perbaikan terhadap parameter diabetes, dan yang bersangkutan penglihatannya sudah tidak kabur seperti semula (sudah bisa melihat jam dinding). Oleh karena itu asupan herbal diteruskan dan terapi pranapun dilakukan sekali setiap 3 hari.
Hasil checkup tgl 2 Mei 2007 sebagai berikut :Hb 8,9 (rujukan 13.0 -18.0)Hematocrit 29 (rujukan 42.0 -50.0)Urine lengkap : warna, kuning; kejernihan, jernih; berat jenis, 1,017; pH urine, 6,0; protein, positip 1; glucose, positip 1; ketones, negatip; bilirubin, negatip; urobilinogen, normal; occult blood, positip 1; nitrite, negatip ; sediment : erythrocite , 2 - 4 ; leucocyte, 0 - 1 ; epithel, 1 - 3 ; casts, granular ; cast; crystals, negatip ; etc, negatip.Cholesterol total 198 mg/dl (rujukan, diinginkan <200).triglycerides>125), glucose urine positip 1Glukosa 2 jam pp 196 (rujukan <140), glucose urine positip 1

Analisa : Kolesterol jadi normal, glukosa darah masih belum stabil karena minum herbal dosisnya kurang (ada yang kelewat, tidak diminum). Hb turun dan kreatinin naik, berarti peradangan ginjal masih berlangsung. Oleh karena itu asupan sebelumnya tetap dilanjutkan, namun ditambah minum Imperata cylindrica dan Elephantophus scaber agar peradangan ginjal bisa teratasi.